Rabu, 20 Mei 2009

Hukumnya Mengambil Sisa Surplus Anggaran Acara



Assalamu'alaikum wr wb:"Temen-temen FOSMEK'06 semua... perna nyadar gak sih klo kita ngadain acara baik itu di Kampus atau pelbagai event lainya yang kita bikin sometimes di akhir evaluasi nasih ada surplus dari anggaran biaya yang direncanakan. Nah, terus gimana sih hukumnya klo kita ikutan ngeraup tu sisa anggaran buat kita selaku panitianya yang udah "berdarah darah". Kadang kita gak nyadar juga malah masuk ke kantong kita klo kita misalnya di kasih anggaran buat masukin proposal ke sebuah perusahaan sebagai ongkos jalannya end ternyata masih nyisa tuh ada yang tau gak gimana hukumnya???.

Nah aa, teteh semua na disini ngges dibedah kumaha teh hukumna mendet uang sisa surplus anggaran tu
sok atuh ditongkrongin weh pembahasan na..

Deskripsi Masalah:
Ketika dalam suatu kepanitiaan membentuk anggaran untuk operasional acara, maka dana yang dianggarkan haruslah sesuai dengan pengeluaran yang dibutuhkan. Dalam istilah sederhana, tidak ada surplus maupn defisit. Namun seringkali dalam pelaksanaannya ketika menganggarkan dana, jumlah yang dicantumkan di-mark up untuk menghindari penyusutan. Akibatnya, di akhir masa kepanitiaan tersebut masih ada surplus dana anggaran. Maka selanjutnya timbul pertanyaan:

1. Bagaimana status kepemilkan atas dana surplus tersebut?

2. Bolehkah menggunakan dana tersebut untuk kepentingan panitia, diluar kegiatan yang dianggarkan?



Pembahasan:


1. Status surplus anggaran tersebut adalah milik organisasi. Karena panitia atau pengurus hanya berlaku sebagai wali yang bertindak atas nama organisasi tersebut.. Namun jika dalam proposal tersebut dijelaskan bahwa surplus anggaran akan digunakan untuk kepentingan panitia, maka surplus anggaran menjadi milik panitia, sehingga dia dapat menggunakannya untuk kepentingan panitia dengan bebas. Hal ini dikarenakan status sebuah dana yang dikumpulkan tergantung pada akad yang ada di dalam proposal yang diajukan.


2. Dalam masalah surplus anggaran yang merupakan milik organisasi, pengguanaan anggaran atau surplus anggaran oleh panitia atau pengurus harus berlandaskan kepada adanya sebuah kemaslahatan yang kembali kepada organisasi. Dengan demikian. penggunaan surplus anggaran untuk biaya makan bersama panitia misalnya diperbolehkan karana memiliki kemaslahatan bagi organisasi tersebut. Kemaslahatan tersebut adalah menumbuhkan loyalitas dan semangat baru panitia atau pengurus untuk bisa lebih memajukan organisasi yang dipegangnya. Namun, hal ini bukan berarti panitaia boleh menggunakan seluruh surplus anggaran untuk kepentingan mereka. Akan tetapi pengunaan yang diperbolehkan adalah sebatas kemaslahatan yang dapat dicapai. Selain itu, panitia yang disibukkan oleh kegiatan organisasi tersebut dapat meminta upah yang sewajarnya atas kinerjanya mengelola organisasi tersebut.

Referensi:

تصرف الولي فى مال القاصر مقيد بالمصلحة للمولى عليه. فلا يجوز مباشرة التصرفات الضارة ضررا محضا كهبة شيء من مال المولى عليه –الى ان قال- وله مباشرة التصرفات النافعة نفعا محضا كقبول الهبة والصدقة والوصية وكذا التصرفات المترددة بين الضرر والنفع كالبيع. ودليل هذا المبدأ قوله تعالى "ولا تقربوا مال اليتيم الا بالتي هي احسن" (الفقه الاسلامي وأدلته, ج., 7 ص. 705)

ليس لولس اخذ شيء من مال موليه ان كان غنيا مطلقا فان كان فقيرا او انقطع بسببه عن كسبه اخذ قدر نفقته-الى ان قال-وقيس بولي اليتيم فيما ذكر من جمع مالا لفك اسير اي مثلا فله ان كان فقيرا الاكل منه (فتح المعين: 75)

Selasa, 05 Mei 2009

SEMANGAT DONG!!!!

Assalamu'alaikum wr.wb :

"Shahabatku yang baik...

Semoga dihari yang indah ini, Allah swt memebrikan engkau sahahat, karunia berupa kesehatan dan kebahagian. Mudah-mudahan keinginan untuk bangkit, meraih cita-cita besar yang pernah engkau inginkan...segera engkau dekatkan diri kepada nya. Dengan bantuan Allah tentunya, ia menjadi mudah....jika pun ada kerikil dalam perjalanan mu. itu hanyalah Vitamin pembangkit semangat, untuk lebih berhasil...


Kekeliruan terbesar bagi orang-orang bermimpi disebabkan melemahkan hasrat untuk menyatu dengan mimpinya. Bisa jadi terlena dengan kemanisan dan keindahan kehidupan mimpi orang lain. Atau mulai hilang keyakinan akan pencapaian. Perlu kita sadari, tiada yang mustahil dikehidupan ini. Karena bagi Allah sang Penjadi...amatlah Mudah bagi Nya menjadi kan orang mati untuk hidup kembali...


Masa-masa hilang semangat seperti engkau rasakan sekarang, pernah juga aku Alami. Rasanya tubuh ini tidak ada gairah untuk bekerja. Tangan ini mungkin menbuka inbox, phonebook (nomor) di HP yang bisa dipantau dari jauh, usaha yang kau kerjakan. Tapi entah kenapa, jangankan untuk sms butuh tarian jari yang lama. Untuk menekan tombol cepat kenomor yang ditujupun, berat rasanya.

Saat itu..duduk diam adalah kenikmatannya. Lemas barangkali shahabat terdekat, yang terus menyatu. Tapi sungguh sebenarnya. didalam dada terus bergejolak. Seakan ia ingin keluar dan lepas. ia mau sekali mendapatkan hasratnya. Namun apa daya. Tubuh ini hanya bisa diam, duduk mendalam sofa empuk itu...


Shahabatku yang baik...

Cobalah engkau buka kembali tulisan dan goresan imipianmu yang penuh emosi itu. Dimana engkau ukir disana dengan cinta amat dalam. Bukankah engkau telah berjanji untuk meraihnya ? Mimpi yang sangat besar, didalamnya engkau titipkan kebahagian hidup mu. Baca kembali perlahan-lahan, sehingga engkau merasakan sama persis gejolak emosi yang membara. Sehingga membakar tubuhmu untuk bangkit dan berkata... "Aku tidak boleh diam..Aku harus bangkit...Aku harus bergerak...Aku tidak rela mimpiku ditinggalkan oleh sang waktu..."


Aku sangat yakin teman. Didalam mimpimu terdapat butiran-butiran mimpi orang yang kau kasihi. Sehingga, Lemahnya dirimu sama maknanya melelapkan harapan mereka. Ingatlah kembali orang-orang yang kau bawa dalam Keinginanmu.


Disaat engkau duduk, kakimu tak berdaya menjejakkan sejarah di jagat raya. Kenanglah kembali, tatap wajah mereka dengan sangat jelas. Perhatikan rupanya yang cantik, anggun dan penuh wibawa. Kini mulai meredup. Bahkan mungkin diwajahnya dihampiri oleh beningan air mata. Samkin lama engkau terduduk diam... semakin deras arus nya.


Bangkitlah shahabat. Bendungi arus air matanya. Gapailah cita-citamu, Penuhilah suara didalam dirimu. Sehingga ia mengaliri semangat membara dan menggetarkan jasadmu. Sebagai pengakhir silaturahim ini. biarkan aku mengutip, petuah bijak Bapak Mario Teguh...


Kita menjadi apa yang kita lakukan. Maka lakukanlah yang penting. Seorang yang menjual, menjadi penjual. Seorang yang melukis, menjadi pelukis. Dan, seorang yang mengupayakan agar orang lain mencapai kualitas hidup yang lebih baik, akan menjadi pemimpin. Pilihlah dengan cermat apa yang Anda lakukan, karena itulah jadinya Anda nanti. Lakukanlah sesuatu yang bernilai, hanya karena itulah Anda akan menjadi seorang yang bernilai.


Jangan menunda. Segeralah sambut kesempatan baik pertama yang datang hari ini. Lebih baik gagal mengupayakan sesuatu yang baik, dari pada berhasil tidak melakukan apa pun. Mohon diingat bahwa Anda hanya sebaik yang Anda lakukan. Jangan batasi kebaikan yang bisa Anda lakukan, karena itu akan membatasi kebesaran yang bisa Anda capai. Janganlah berkecil hati karena kurangnya kapasitas Anda untuk mencapai kemungkinan- kemungkinan Anda.


Dan Izinkan aku tutup dengan doa untuk mu. Semoga hari ini menjadi lebih baik dari kemarin. Penantian dan kesabaran menunggu terwujudnya mimpipmu, dibuahkan dengan keindahan dan kebahagian menjalani proses...

KUNJUNGI : yosimitsu.blogspot.com & lpiifeunri.socialgo.com

Kamis, 23 April 2009

ORCHESTRA SEMAPUT

OLEH : Yosi Kurnia. M




Awal Ramadhan..

Sahur.., sahur..!. Sahur.., sahur..!.
Ibu bangun ayo bangun, cepat masak untuk sahur..
Bapak bangun ayo bangun, Bantu ibu masak sahur..
Sayur asem, goreng tempe, pake bacem juga oke..

Kelotek tung teng.., kelotek tung teng
Kelotek tung teng.., kelotek tung teng

Terdengar nyanyian pengganggu tidur dari remaja mushola Al – falah di iringi bunyi alat musik semerawut yang sengaja di bikin ribut biar penduduk desa pada semaput alias bangun bin melek!.
Di setiap bulan Ramadahan, membangunkan orang sahur memang sudah jadi langganan ongge dan kawan – kawan. Tanpa mereka, bisa – bisa penduduk desa Rimbut bisa pada kesiangan alias gak sempet sahur!. Dengan modal ciut, nyanyian ribut dan alat musik yang semerawut pendududuk desa Rimbut memberi julukan "Orchestra Semaput" kepada ongge dan kawan – kawanya yang berwajah imut kayak semut tapi sering ke jedut!. Klop deh pokoknya.
Tapi jangan salah, walaupun dengan titel serba UT di atas, kehadiran orchestra semaput sangat din anti – nantikan penduduk desa rimbut terutama oleh ibu – ibu yang susah bangun pagi.



***



Malam ke dua belas Ramadhan..
Walaupun jama'ah shalat tarawih di mushola Al – falah semakin sepi, Orchestra Semaput masih tetap semangat membikin ribut. Soalnya, emang nggak ada hubungannya antara jama'ah sholat tarawih yang semakin sepi, dengan musik mereka yang ribut. Seperti biasanya. Setelah mereka bikin ribut, satu persatu rumah penduduk desa Rimbut pun menyala. Pertanda mereka telah bangun dari tidurnya.
" Hei.., coba liat rumah pak Toyek!", seru Sipai sambil menunjuk sebuah rumah yang lampunya belum menyala.
Ongge, Peyak, Kentung dan Umit pun spontan langsung mengarahkan pandanganya kea arah mana tangan Sipai menunjuk. Musik ribut pun berhenti.
" Eh iya, kok tumben ya!. Biasanya kalo kita udah bikin ribut pak Toyek pasti bangun!", kata Kentung menimpali.
" Coba kita lihat!", ajak Ongge. Lalu merekapun mendatangi rumah pak Toyek. Ketika sudah sampai di depan pintu rumah pak Toyek merekapun membuat koor salam.
" Assalamu'alaikum!", ucap mereka serempak. Namun tidak ada sahutan dari dalam rumah. Merekapun mengulanginya beberapa kali, tetap tidak ada jawaban!.
" Wah, kalo kayak gini caranya kita harus memainkan musik super ribut nih, biar pak Toyek bangun!", kata Ongge berapi api.
Oke deh, lanjuuuut..!!!".

Sahur.., sahur..!. Sahur.., sahur..!.
Ibu bangun ayo bangun, cepat masak untuk sahur..
Bapak bangun ayo bangun, bantu ibu masak sahur..
Sayur asem, goreng tempe, pake bacem juga oke..

Kelotek tung teng.., kelotek tung teng
Kelotek tung teng.., kelotek tung teng

Namun setelah berulang ulang mereka bikin musik Super Ribut, lampu rumah pak Toyek tetap tidak menyala. Akhirnya merekapun berhenti karena kelelahan.
" Wah, jangan – jangan terjadi sesuatu nih dengan pak Toyek!", kata Umit menduga – duga.
" Iya, bagaimana kalau kita laporkan hal ini sama pak lurah?", usul Sipai.
" Oke, kita ke sana sekarang!", kata Ongge mantap.
Setelah sampai di rumah pak lurah, merekapun langsung melaporkan hal itu.
" Pak lurah, gawat!", kata Ongge dengan wajah cemas.
" Gawat kenapa ngge?", tanya pak lurah penasaran.
" Begini pak, tadikan kami udah bikin ribut nih keliling kampung. Dan seperti biasanya, kalo kami uda bikin ribut begitu, para penduduk langsung bangun dan lampu – lampu rumah merekapun di nyalain. Tapi tadi kami liat, lampu di rumah pak toyek gak menyala.Terus kami datangin rumahnya, tapi setelah kami ngucapin salam berulang –ulang dengan suara yang keras lampu rumah pak toyek tetap gak nyala!. Nah, terus kami mainkan lagi musik super ribut, tapi lampu rumah pak toyek gak nyala – nyala juga!".
" Iya pak, kami menduga terjadi apa – apa dengan pak toyek. Makanya kami ngelapor sama pak lurah!", kata umit meyakinkan.
" Wah, bapak salut sama kalian semua. Ternyata kalian punya jiwa sosial yang tinggi!"' puji pak lurah. Mendengar pujian itu, ongge, peyak, kentung, sipai dan umitpun hidungya mekar kayak terigu cakra kembar!.
" Tapi kalian tau gak, kenapa lampu di rumah pak toyek gak nyala – nyala?", tanya pak lurah
" Emang kenapa pak?", tanya ongge mewakili rasa penasaran eman – temannya.
" Gini lho ngge. Tadi siang pak toyek tu pamitan sama bapak, katanya dia mau pulang ke rumah orang tuanya. Makannya walaupun kalian udah ngeluarin musik super ribut rumahnya tetap gelap!"
Lho kok???.
" Psss…!!!", kontan terigu cakra kembar yang sudah sempat mekar tadipun kempes lagi.!!!

***

Akhir Ramadhan…
Seperti biasanya, sebelum membuat ribut, para personil orchestra semaput berkumpul di mushola Al – falah. Ongge si pemukul kentong plus ketua orchestra semaput, peyak si penggetok kaleng, kentung si penabuh galon dan sipai si penggebuk wajan sudah berkumpul sejak jam dua tadi. Wajah mereka tampak kesal!. Bagaimana tidak kesal?. Sudah jam dua lewat lima belas menit begini, umit si penokok periuk belum datang – datang juga. Padahal biasanya, jam dua lewat satu menit mereka sudah mulai berkeliling kampung!. Ongge yang di tunjuk sebagai ketua orchestra semaput tampak gelisah, dari tadi dia sibuk mondar - mandir kayak setrikaan. Sementara itu, peyak yang juga gelisah mengatasi kegelisahannya dengan menarik – narik sarungnya yang kedodoran.
" Tung, kemana sih tu anak?. Jam segini kok belum datang – datang juga?", tanya peyak kepada kentung sambil menarik sarungnya yang barusan kedodoran lagi. Kentung yang sedang berusaha keras untuk membuat hidungnya mancung dengan memencet – mencet hidungnya yang pesek pun menjawab.
" Mana ane tempe, tanya aja sama toge, barang kali tahu!".
" Ah.., ente tung. Di Tanya bener – bener jawabnya malah lauk - pauk!", kata peyak kesal.
" Emang uda gak sabar tu si kentung pengen sahur!", celetuk sipai. "Coba ente tanya sama ketua!", kata sipai lagi.
Peyak pun menghampiri ongge yang masih kayak setrikaan!
" Ngge, peyak kemana?. Tu anak kenapa belum nongol – nongol juga?", tanya peyak kepada kongge.
" Ane juga gak tau yak!. Biasanya sih tuh anak gak pernah telat!", jawab ongge tanpa menghentikan aktifitas setrikaannya itu.
" Uda hampir setengah tiga nih!. Ntar kita telat ngebangunin penduduk!", kata kentung mengingatkan.
" Jangan – jangan dia masih molor lagi!", celetuk sipai.
" Bener juga ente pai, jangan – jangan dia emang masih molor!", kata kentung menimpali.
" Wah, kebangetan bener tuh anak!. Kita uda nunggu sampe karatan gini, dia malah enak – enakan molor di rumah!", kata peyak geram.
Ongge yang dari tadi masih mondar – mandir pun menghentikan aktifitas setrikaannya itu. Lalu dia pun berkata,
" Kalian ni pada ngomong apa sih?. Jangan su'udzon gitu sama sodara!. Iget, sekarang ni bulan Ramadhan. Emosi kudu di jaga!".
" Bukannya gitu ngge, kita ni uda nungguin dia dari tadi!. Tapi sampe karatan gini tuh anak belum nongol – nongol juga!", kata peyak mewakili teman – temannya melakukan pembelaan diri.
" Iya, ane ngerti!. Kalian pasti merasa terzholimi dengan keterlambatan dia. Tapi biar bagaimanapun juga, dia tetap sodara kita!. Kita harus tetap berhusnudzon sama dia!", kata ongge mencoba memberi pengertian kepada treman – temannya.
" Terus kita mesti gimana?", Tanya sipai.
" Gimana kalo kita datang ke rumah umit?. Kita buktiin semua yang kalian tuduhkan sama dia tadi!", usul ongge.
" Yup la, ane setuju!", kata kentung semangat.
" Ane juga setuju!", kata sipai mantap.
" Ente gimana yak?", tanya ongge kepada peyak yang dari tadi belum memberikan tanggapan.
" Oke, siapa takut!", jawab peyak yakin.
Setelah semua sepakat, merekapun memutuskan untuk langsung pergi ke rumah umit. Akan tetapi baru saja tujuh langkah melangkah, si umit sudah nongol di depan mereka.
" Assalamu'alaikum!", sapa umit ramah.
" Wa'alaikummus salam!", jawab peyak, kentung dan sipai dengan nada kesal. Kecuali ongge yang menjawab dengan lembut. Maklum deh ketua, mesti bijaksana dalam segala suasana!.
" Sory ya, ane telat!", kata umit dengan senyuman termanisnya.
" Ente sekate – kate!. Orang udah nunggu sampe karatan gini!. Ente dari mana aja sih?", semprot peyak.
" Iya. Sory.., sory.., ane emang salah!", kata umit masih dengan senyuman termanisnya. Walaupun teman – temannya pada cemberut dengan rambut kusut dan jidat berkerut plus omelan yang ceprat – ceprut, si umit tetap kiut dengan senyumannya yang imut. Inilah kelebihan si umit. Kalo soal senyum – senyum, emang dia jagonya!."Gara – gara ini ni!", kata umit lagi sambil menunjukkan periuknya yang gosong.
" Maksud ente apa mit?", tanya ongge penasaran.
" Gini ngge, ane tu telat karna periuk ini di pake sama ibu ane buat masak nasi. Soalnya periuk yang satu lagi bocor karna jatuh di senggol sama si burik. Jadi ane mesti nungguin ibu ane sampe selesai masak. Makannya lama. Kalo gak percaya pegang aja ni periuk, masih anget!", kata umit sambil menyodorkan periuknya. Peyak, kentung dan sipai pun segera memegang periuk itu. Bahkan karena penasaran ongge yang sebenarnya sudah percaya dengan perkataan umit tadi ikut memegang periuk itu.
" Iya, masih anget!", kata kentung membenarkan perkataan umit tadi. Sementara ongge, peyak dan sipai tidak berkomentar apa – apa, mereka hanya menganggukkan kepala.
" Nah, sekarang semuanyakan udah jelas. Ternyata apa yang kalian tuduhkan kepada umit tadi nggak bener. Sekarang cepat minta maaf sama umit!", suruh ongge kepada peyak kentung dan sipai. Peyak mendahului mnyalami tangan umit.
" Maafin ane ya mit, ane uda nuduh yang nggak – nggak!", kata peyak menyesal. Lalu peyakpun merangkul sobat karibnya itu.
" Maafin ane juga ya yak, uda bikin kalian kesel!", kata umit. Kentung dan sipaipun melakukan hal yang sama. Mereka saling bersalaman, mengucap maaf dan berpelukan..!!!. Mirip teletubies!.
" Ya uda, ane harap ini terakhir kalinya kita kayak gini. Lain kali, kita harus selalu ber husnudzon sama saudara kita. Nah sekarang, ayo kita bikin ribut lagi!", kata ongge semangat.
" Ocre bos!", jawab Peyak, Kentung , Sipai dan Umit serentak.

Sahur.., sahur..!. Sahur.., sahur..!.
Ibu bangun ayo bangun, cepat masak untuk sahur..
Bapak bangun ayo bangun, Bantu ibu masak sahur..
Sayur asem, goreng tempe, pake bacem juga oke..

Kelotek tung teng.., kelotek tung teng
Kelotek tung teng.., kelotek tung teng

***

Ramadhan pun pergi..
Malam ini, para personil orchestra semaput berkumpul di mushola Al - falah. Bukan untuk membangunkan orang sahur, akan tetapi untuk merayakan kemenangan atas perjuangan selama di bulan Ramadhan.
" Yaah, ramadhan telah pergi nih. Pensiun dong kita!", kata kentung lesu.
" Iya tung, ane sedih ni!", kata sipai.
" Uda deh jangan sedih gitu, kan masih ada ramadhan besok!", kata ongge mencoba menghibur.
" Itukan kalo kita masih hidup, kalo umur kita cuma sampe besok pagi gimana?",tanya Umit.
" Yaa.., kita berdo'a aja deh!. Supaya Allah ngasih kita umur yang panjang. Biar kita masih bisa bikin ribut lagi!!", jawab Ongge mantap. Lalu merekapun saling berangkulan dan berdoa..

Ya Allah, panjangkanlah umur kami, dan pertemukanlah lagi kami dengan bulan suci – MU, bulan ramadhan.., bulan yang penuh berkah dan ampunan… (Amin.).


***

SELESAI

Minggu, 19 April 2009

Andai aku seperti sirup

(oleh : Bunaya Safitri dari UNJ / nayah_izzati@yahoo.com)





Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup.

Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.

Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ?kopi gula pasir?. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti.
Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perannya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis. Berbeda sekali dengan sirup.

Dari segi eksistensi, sirup tidak hilang ketika bercampur. Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, "Ini es sirup." Bukan es manis. Bahkan tidak jarang sebutan diikuti dengan jatidiri yang lebih lengkap, "Es sirup mangga, es sirup lemon, kokopandan," dan seterusnya.
Gula pasir pun akhirnya bilang ke sirup, "Andai aku seperti kamu."

Sosok gula pasir dan sirup merupakan pelajaran tersendiri buat mereka yang giat berbuat banyak untuk umat. Sadar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir. Kalau saja gula pasir paham bahwa sebuah kebaikan kian bermutu ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sadar bahwa setinggi apa pun sirup dihargai, toh asalnya juga dari gula pasir.
Kalau saja gula pasir mengerti bahwa sirup terbaik justru yang berasal dari gula pasir asli. Kalau saja para penggiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, "Andai aku seperti sirup!"

wallahu?alam?

KUNJUNGI : yosimitsu.blogspot.com
lpiifeunri.socialgo.com

8 KEBOHONGAN IBU




Assalaamu'alaikum wr. wb :

Teman2 sekalian, buat renungan doang nih, Insya Allah bermanfaat, amien...


" Seumur hidup kita menggendong orangtua di pundak kita, tidak akan bisa membalas jasa-jasa orang tua kita "


Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya.

Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :

"Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA


Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :

"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA


Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.

" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"
---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA


Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.

Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT


Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,

Ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA


Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.

Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM


Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :

"Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH


Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :

"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU
YANG KEDELAPAN.


Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih Ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita?

Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar ('afwan yah nyindir yg pacaran), kita pasti lebih peduli dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita...??

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi...

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita,
lakukanlah yang terbaik.
Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.


Semoga bermanfaat

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

KUNJUNGI : yosimitsu.blogspot.com
lpiifeunri.socialgo.com

Rabu, 11 Februari 2009

Link Silaturahim Pergerakan


Melalui surat ini kami menyampaikan undangan terbuka kepada Anda sekalian untuk terlibat aktif berdiskusi di millist pikatan@googlegroup s.com. Millist ini adalah sarana diskusi para perantau asal Temanggung Jawa Tengah yang beraktivitas dalam gerakan lokal. Kisahnya, Juli 2006 lalu kami menerbitkan sebuah media Koran lokal terbit bulanan Stanplat Temanggung.



Media ini selain sebagai alat mengonsolidasikan para perantau untuk "memikirkan" Temanggung, juga sebagai alat kontrol pemerintahan Temanggung. Terbit 16 Halaman dengan arus edar 3000eksemplar. Beredar 2500 eks di Temanggung dan sisanya beredar di perantau.



Tahap selanjutnya adalah membentuk organisasi yang memiliki komitmen gerakan lokal bernama PIKATAN (Perkumpulan Independen Komunitas Temanggungan) . Kemudian para aktivis PIKATAN membentuk sebuah organisasi sayap bernama Komunitas Tanah Merdeka (KTM) yang bergerak di bidang seni dan budaya. Beberapa bulan setelah itu para aktivis PIKATAN membentuk Lumbung Zakat Temanggung (LZT) sebagai lembaga yang bergerak pada kegiatan derma berbasis agama Islam.



Dalam dua tahun ini kami sudah memiliki sebuah organisasi induk PIKATAN dengan media Stanplat, Wadah seni/budaya KTM dan Kegiatan Karikatif di LZT. Perkembangan ini tentu sangat membahagiakan.



Prinsip dari semua organisasi tersebut selalu mengacu pada konsep gerakan lokal di mana setiap aktivitas dimaksudkan untuk memberdayakan kekuataan dan potensi lokal di era globalisasi. Sarana komunikasi internet benar-benar membukakan pintu seluas-luasnya kepada kita untuk bergerak tanpa harus berpijak pada konsep organisasi tradisional yang 100 persen mengandalkan kerja tatap muka.



Kami bisa melakukan rapat, kerja dan koordinasi tanpa harus secara khusus mengalokasikan waktu pertemuan. Basis gerakan kami pada prinsipnya adalah e-activities, -sekalipun dalam beberapa hal yang penting tetap membutuhkan pertemuan tatap muka.



Dua tahun perjalanan gerakan lokal masyarakat perantau asal temanggung membuat kami merasa penting untuk instropeksi dan membuka diri. Derap globalisasi dan perkembangan wacana yang demikian cepat menyadarkan kepada kami agar tidak terkungkung berhubungan dengan sebatas warga Temanggung. Sekalipun beberapa aktivis daerah lain sudah mengenal gerakan kami, namun itu tidak cukup. Kami membutuhkan partisipasi dari para pegiat gerakan lokal di daerah lain untuk saling berbagi,-syukur- syukur bisa berkontribusi bersama kami di organisasi PIKATAN. Sekalipun PIKATAN adalah organisasi lokal berbasis komunitas kedaerahan, bukan berarti warga non Temanggung tidak boleh terlibat. Bahkan dalam AD/ART Pikatan sendiri warga Non Temanggung diberikan kesempatan untuk ikut terlibat dalam gerakan ini. (lihat di AD/ART http://pikatan. wordpress. com



Gerakan Lokal bagi kami adalah cara kita membangun Indonesia melalui basis-basis riil masyarakat di era global. Karena itu kami juga sangat senang bersinergi dengan komunitas gerakan lain yang memiliki prinsip serupa. Para aktivis mahasiswa, aktivis LSM, Jurnalis, politisi dan lain sebagainya sangat kami harapkan menaruh kerjasama dalam gerakan ini.



Dengan senang hati kami mengundang Anda sekalian untuk berkumpul dan berdiskusi di millist pikatan@googlegroup s.com. Kirim email kosong ke pikatan-subscribe@ googlegroups. com. Masukkan biodata singkat Anda agar kita saling mengenal satu sama lain. Jika biodata Anda tidak berkenan dibaca publik millist, anda bisa mengirim ke email sekretaris pikatan fahru83@gmail. com.



Salam persahabatan


Anif Punto Utomo

Ketua Umum PIKATAN



Fahrudin Al-Aswad

Sekretaris PIKATAN

(Hp 08156801352)



Kunjungi situs kami

http://pikatan. wordpress. com

http://stanplat. blogspot. com



Bagi Anda yang ingin berlangganan Stanplat Temanggung edisi cetak hubungi Sdr Irawan Prasetyadi.08151409 6252. atau Hubungi Andy Yoes Jl Galur Sari Selatan VIII No 19 H Utan Kayu Jakarta Timur O21-85901440/ 02168339197

MOTIVASI FOR FOSMEK MANIA


Assalamu'alaikum wr.wb...
Shahabatku yang terkasih
Senantiasa syukur kepada Allah selalu kita tunaikan, beriringan shalawat dan Salam kepada manusia agung, santun nan Anggun.
Semoga pengawalan sharing saya, shahabat seperjuangan semua mendapatkan kebahagian hidup di hari indah ini. Kesuksesan karir yang sedang anda jalani adalah doa saya untuk anda wahai shahabat...


" Selamat Malam, saya Mario Teguh, perkenalkan ini istri saya Ibu Linna "...

Itulah kata-kata tak terlupakan, pertemuan pertama saya dengan pembicara yang arif dan bijaksana dalam berpetuah...

sungguh kesan yang sangat indah, saya bisa hadir di O'Chanel. Mendapatkan nasehat-nasehat bijak dari bapak Mario Teguh. Tidak hanya di studio, juga untaian mutiara beliau di ruang tunggu sebelum melangkah ke kamar siaran...

Shahabatku yang penyayang...
Hadir di O'chanel bertatap muka dengan Motivator Bapak Mario Teguh adalah sebuah niat dan Mimpi yang saya takutkan. Manalah mungkin seorang mahasiswa seperti Rahmadsyah bisa hadir disana. Namun tiadalah mustahil bagi sang Maha Pemungkin. Sang Penyayang getarkan pribadi bijak Bapak Eko Purwanto. Termasuklah saya dalam list undangan peserta O'Chanel edisi "Professional Biggest Fear"...

Syukur terpanjatkan kepada Yang Maha Esa. Saya bisa hadir di O'Chanel mendahului para shahabat yang lain ; Bapak SM Jimmy, SM Isti, SM Yusuf, SM Krishendra, dan SM Mauluddin. disana telah hadir juga Bapak Eko Purwanto.
Bapak Eko mengizinkan kita untuk mengisi daftar hadir, disertakan pointers yang akan di ulas oleh Pak Mario Teguh. kita Diizinkan untuk membacanya terlebih dahulu, bila ada kata-kata yang belum difahami, agar bisa di tanyakan kepada Pak Mario sebelum Live...

Jam 20.00 wib penjelasan mengenai potinters dimulai. Bapak Mario duduk ditengah didampingin oleh Ibu Linna yang setia. Perjalanan waktu menuju 21.00 adalah detik-detik emas. Karena disana banyak jawaban-jawaban hidup, kita dapatkan.

Petuah yang paling bermakna bagi saya adalah tentang cita-cita menjadi PENASEHAT. Karena impian besar dan sedang saya jalani adalah menjadi Motivator & Teraphist. Selama ini saya betanya-tanya kepada diri sendiri " Apa yang semestinya kita lakukan, bila ada sahabat bertanya perihal yang belum pernah kita alami. Namun secara teori dan ilmu kita mengetahuinya ?"

Bapak Mario dengan bijak menerangkan...

Dalam memberi nasehat ada 2 hal wajarnya diperhatikan. Pertama, sewajarnya apa yang akan kita nasehati sudahlah kita jalani. Kedua, bila kita belum mengalaminya, dan kita tahu caranya, tetap sampaikanlah. Karena setelah kita menasehati, BELIAU akan mengkaruniai kita pengalaman tersebut...


Wejangan bijak lain yang mengispirasi adalah

" Penderitaan, kemiskinan, Kelaparan, Kesedihan, Kegagalan dan kegundahan hidup yang kita alami adalah anugerah Maha Pencipta kepada kita, untuk bisa memahami dan mengerti akan kehidupan saudara kita lainnya "


Shahabat Pembaca terkasih...
Bisnis Art with Mario Teguh di O'Chanel semalam memang sedikit lebih berat materinya. Karena yang disampaikan adalah tentang pribadi penakut yang kita miliki. Namun beliau memberikan formula bagi kita, bagaimana menggunakan ketakutan tersebut menjadi modal keberanian kita.

Hanya seseorang yang takut yang bisa bertindak berani.
Tanpa rasa takut itu - tidak ada apapun yang bisa disebut BERANI.
( Super Point )

Sungguh petuah yang memberi kita inspirasi untuk bertindak.

Berperilaku baik dan pekerjaan mulia adalah perintah Tuhan. mengapa kita takut melakukan dan bertindak bila itu keinginan - Nya. Karena perbuatan baik kita adalah kecintaan Maha Pengasih. Sudah pasti BELIAU akan membantu dan Meridhai langkah kita.

Orang-orang yang bertanya akan dijawab, Mengetuk pintu dibukakan, Mencari akan ditemukan, berdoa akan dikabulkan. Pertanyaannya ; Apa yang sedang kita lakukan ?

Shahabat yang mulia...
Izinkan saya mengutip kembali kata-kata bijak bapak Mario tentang sang Pemberani ;

Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, ...

Meskipun dia belum berpengalaman

Meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu

Meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya

Meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama

Meskipun sama sekali tidak ada jaminan

Meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan, dan
Meskipun lebih mungkin baginya untuk gagal.
( Mario Teguh )

Karena

Keajaiban berpihak kepada yang berani.
( Super Point )

Mudah-mudahan sharing singkat ini, memberi warna baru bagi kehidupan kita semua, agar menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Sebagai penutup berikanlah waktu sejenak, untuk menukil kembali super tips indah ini ;
Seandainya saja kita berfikir jernih, dan memutuskan bukan dari keadaan lemah,
tetapi dari keadaan yang menginginkan kekuatan ; memutuskan bukan dari kesedihan,
tetapi dari kemarahan ; memutuskan bukan dari ketakutan ; memutuskan bukan dari pembayanganf kegagalan,

tetapi dari kegembiraan dalam menyambut keberhasilan; dan bukan dari ketakutan akan berkurangnya pendatapatan, tetapi dari keihklasan dalam meyakini janji Beliau Yang Maha Menghargai Upaya.

Setelah itu - bahkan rasa takut pun, akan berasa manis.

Jundi_1988@yahoo.com
yosimitsu.blogspot.com